Musim Hujan, Musim Pembawa Harapan

kesehatan-anak-di-musim-hujan

Musim hujan pembawa harapan (Sumber Foto 1)

          Judul di atas bisa membuat penduduk kota Jakarta langsung sinis. Kenapa? Musim hujan (biasanya) identik dengan istilah ‘banjir’. Well, untuk masalah satu itu, memang sudah jadi problem klasik, setuju? Sekarang, solusinya dikembalikan ke masyarakat dan pemerintah DKI Jakarta serta daerah sekitarnya yaitu Bodetabek (Bodetabek). Mengeluh itu enggak akan pernah menyelesaikan masa pun #CariSolusinya

Hari Minggu terakhir di bulan November ini hujan turun di sekitar tempat tinggal saya. Pantas saja karena dari pagi saat Shubuh, langit sudah mendung. Eh, tapi saya bersyukur karena hujan baru mengguyur tanah sekitar jam 9 pagi. Berarti sebelumnya, orang-orang masih bisa lari atau jalan pagi maupun berjualan di pasar kaget di Minggu pagi, Alhamdulillah. Beres olahraga maupun berusaha, barulah, hujan turun. Timing-nya tepat sekali, Subhanallah.

Cuma mau mengingatkan, musim hujan itu pastinya membawa berkah dan rahmat. Masih belum setuju? Lha, terus kemarin kenapa pada banyak yang minta hujan dengan sholat Istisqa’ (sholat minta hujan), termasuk berjama’ah di Masjid Istiqlal? Setahu saya, sekitar bulan Oktober – November (lupa tepatnya) di Kota Bogor, Jum’at siang, masyarakat sholat Istisqa’, sore hingga malam harinya langsung hujan turun sangat lebat. Siapa pun pasti bahagia waktu berdoa, segera dikabulkan oleh Allah swt #BersyukurSelalu

Emang sih, hujan itu juga berasosiasi dengan becek dan lepek. Apalagi yang mobil atau motornya baru bersih kinclong habis dicuci, terus dibawa ke jalan dan kehujanan. Duh, pulang harus dibersihin lagi deh, ya kan? Sekarang tinggal dipilih, kendaraan atau badan yang kehujanan? Hihihihi…

Menurut saya, musim hujan itu pas banget untuk bisa melakukan hal-hal yang jarang ataupun sulit dilakukan saat musim kering atau kemarau. Ini ada beberapa ide yang bisa dinikmati selama bulan November ini hingga Mei nanti supaya musim hujan menjadi lebih menyenangkan. Simak satu per satu ya.

bandrek

Minuman hangat nan lezat (Sumber Foto 2)

  1. Kumpul bareng keluarga di rumah

Selain bulan puasa atau Ramadhan, rumah itu (seringnya) mirip hotel. Pergi pagi pulang malam. Ketemu anggota keluarga biasanya saat sarapan atau makan malam. Itu juga sibuk masing-masing, entah dengan gadget, TV, atau malah makan terburu-buru karena harus pergi lagi.

Saat musim hujan, daripada keluyuran (yang sering disamarkan dengan istilah ‘kegiatan’) di luar rumah, lebih baik dihabiskan dengan keluarga di rumah. Lebih seru lagi dengan masak bareng menu khas musim hujan yang hangat dan sedap, seperti beraneka macam sup.

Okelah, kalau malas masak, beli aja, baik via jasa pesan-antar (delivery order) atau tinggal panggil penjual yang lewat di depan rumah. Bajigur, bandrek, sekoteng, wedang ronde, jagung dan kacang rebus, roti bakar, dipilih diplih….. Perut kenyang, hati senang, ke keluarga juga tambah sayang.

DSC00314

Mulai menanam saat hujan (Sumber Foto 3)

  1. Mulai menanam tanaman hias di pot

Ada yang tahu kenapa banyak orang malas memelihara tanaman hias? Tidak sempat menyiramnya dengan teratur. Jelas aja tanamannya layu sebelum berkembang. Tanamannya pun kering-kerontang karena terkena sinar matahari melulu, tapi jarang disiram. Musim kemarau memang kurang pas kalau tertarik untuk memulai menanam.

Waktu musim hujan, masalah siram-menyiram tanaman bisa disiasati. Amannya tanaman yang baru dipelihara itu ditaruh di pot dulu sampai tumbuh cukup besar. Idealnya, lokasi penempatan pot tidak di tempat terlalu terbuka. Tujuannya supaya tanaman yang masih kecil itu tidak terus-terusan diguyur air hujan, apalagi waktu hujan deras. Cukuplah pot tanaman diposisikan di tempat yang terlindung tapi masih bisa terkena percikan air hujan sekaligus sinar matahari.

Ketika musim hujan berakhir dan musim kering datang, tanaman yang sudah agak besar itu bisa lebih bertahan karena cadangan airnya sudah lumayan banyak. Bagi yang masih ingat pelajaran geografi, saat musim hujan di negara tropis (memiliki dua musim per tahunnya) di awal tahun itu, Maret hingga Mei, termasuk musim semi atau musim bunga di negara sub tropis (musim salju, semi, panas, dan gugur). Jikalau dari akhir musim kering atau awal musim hujan sudah memulai menanam, enam bulan kemudian, dengan bantuan air hujan, pertumbuhan tanaman bisa kelihatan.

 

  1. Tampil lebih modis dengan busana khas musim hujan

Ide ini relevan bingits untuk yang eksis (plus narsis) di media sosial, terutama Instagrammer. Ayo, mengaku saja yang termasuk selebriti di dunia maya hehehehe… Keluarkan semua, ya semuanya, koleksi jaket, sweater, mantel (coat), sepatu boots, syal, jas hujan, saat musim hujan tiba.

Bagi fashion blogger, inspirasi padu-padan (mix & match) busana musim hujan jelas menambah jumlah pengunjung blog. Tambah oke lagi waktu ada tips & trick cara enggak mati gaya waktu musim hujan karena stok bajunya menipis. Maklum, karena defisit sinar matahari, pakaian pun lama keringnya #PengalamanPribadi

Paling penting sih punya jaket atau jas hujan yang anti air (water proof) untuk dipakai sebagai bagian luar yang melapisi busana sehari-hari ketika di tempat terbuka (outdoor). Nah, sampai di kantor, kampus, atau tempat lainnya, barulah busana hangat yang stylish itu bisa ditunjukkan ke semua orang plus follower setia di dunia maya. Berani mencoba?

musim-hujan_bukalapak1 copy

Sedia payung saat hujan (Sumber Foto 4)

  1. Menambah pundi rezeki saat musim hujan menghampiri

Ini bukan sekedar ojek payung lho…. Begini, sudah familiar dengan bisnis online, bukan? Nah, saat musim hujan, silakan berjualan pernak-pernik yang dibutuhkan banyak orang. Mulai dari payung, jas hujan, tas plastik, sepatu boots, makanan dan minuman hangat, senter dan lampu darurat (sangat urgent waktu listrik mati di kala hujan besar terus banjir), dan masih banyak lagi.

Supaya produk yang ditawarkan enggak pasaran, inspirasi dari negara-negara seperti Cina, Jepang dan Korea Selatan bisa ditelusuri bersama Mbah Google. Tahu sendiri kan, gimana ready to wear (siap pakai) dan kerennya busana pemain drama K-Pop? Syukur-syukur punya keluarga, teman, rekan, atau kenalan di sana. Jadi bisa memesan barang-barang di sana kepada mereka untuk dijual lagi di Indonesia.

Eh, tapi untuk diingat kembali ya. Niat awal jualan di musim hujan itu lebih karena untuk menolong orang-orang yang perlu barang-barang supaya tidak kehujanan. Seandainya responnya positif, kenapa tidak ditindaklanjuti lebih serius lagi?

aa

Berdoa ketika hujan tiba (Sumber Foto 5)

  1. Perbanyak doa dan ibadah agar impian jadi kenyataan

Untuk umat muslim, saat hujan turun termasuk salah satu waktu yang terbaik untuk berdoa atau doanya bersifat lebih mustajab (dikabulkan). Tambah lebih mantap lagi ketika hujan turun di waktu sepertiga akhir atau penghujung malam, tapi bisa tetap semangat sholat malam, Masya Allah!

Memang sih, jangankan pas hujan yang dinginnya enggak karuan, waktu di akhir malam menjelang Shubuh itu kan memang waktunya paling enak untuk tidur. Bawaannya jadi malas jauh-jauh dari selimut dan kasur deh. Padahal, semakin sulit usahanya, semakin besar pula imbalannya. Dini hari itu waktunya rezeki sedang ditebarkan sebanyak-banyaknya ke muka bumi. Berlipat lagi rezekinya karena datangnya hujan. Masakan mau rezekinya dipatok duluan oleh ayam yang rajin berkokok sebelum matahari terbit?

Musim hujan itu juga datangnya di akhir tahun dan berlangsung hingga awal tahun. Selain membuat resolusi dan target di tahun baru (ikhtiar), yuk iringi pula dengan intensifnya ibadah (tawakkal). Didukung pula dengan saat hujan turun yang termasuk saat-saat terbaik untuk dikabulkannya permintaan manusia oleh kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Klop sudah, ada doa plus usaha dalam waktu yang sempurna.

Selamat menikmati musim hujan ini. Semoga bersama turunnya air ke muka bumi, kebahagiaan turut menghampiri dan mengisi setiap hati.

Artikel ini juga dimuat ulang pada akun blog Kompasiana milik saya.

Advertisements
This entry was published on November 29, 2015 at 11:17 am. It’s filed under Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: