Ibu Rumah Tangga atau Bekerja, Sama Mulianya di Dunia Maya

WM-SAHM.jpg

Banyak wanita menikah mengalami dilema antara bekerja atau di rumah saja (Sumber Ilustrasi 1)

Pernah atau malah sering mendengar kalimat seperti ini : “Ngapain capek-capek kuliah kalau cuma jadi ibu rumah tangga?” Jadi, gelar sarjana dan seterusnya itu tak layak menjadi ibu rumah tangga SAJA dan HARUS bekerja di luar rumah?

Saya termasuk anak yang dibesarkan oleh ibu rumah tangga. Ayah sering berpindah dinasnya dari satu daerah ke daerah lain di awal karirnya. Maka Ibu memilih tinggal di rumah agar bisa menemani keempat orang buah hatinya.

Sebelum menikah, Ibu menjadi guru TK. Setelah menikah, untuk menambah pemasukan keluarga, Ibu berjualan kebutuhan sandang (termasuk batik) yang ditawarkan dari mulut ke mulut dan sesuai jumlah permintaan atau pesanan pembeli.

Sepupu saya ada yang memiliki ibu bekerja dan berumah tangga, seperti ibu saya. Sepengetahuan saya, saya dan para sepupu sama-sama merasa senang memiliki ibu yang bekerja atau tinggal di rumah saja.

Dugaan saya, mungkin karena para tante saya mayoritas berprofesi sebagai PNS atau guru. Jelas waktunya lebih luang daripada pekerja kantoran di perusahaan swasta. Saat liburan sekolah, para guru juga ikut berlibur layaknya para siswa.

Dilema antara terus atau berhenti bekerja setelah berumah tangga termasuk masalah klasik. Ada yang pro bekerja dengan alasan wanita modern tak seharusnya hanya berkutat di sektor domestik setelah menikah. Banyak pula yang kontra jika wanita tetap memilih bekerja di luar rumah sementara anak-anaknya malah diasuh baby sitter atau nanny.

WorkingMom.jpg

Profesi blogger di dunia maya dapat ditekuni para ibu dari rumah (Sumber Ilustrasi 2)

Jelas pro-kontra antara bekerja atau di rumah saja bagi wanita menikah terjadi saat lokasi kerjanya berada di luar rumah. Ditambah lagi dengan faktor tuntutan ekonomi. Ibu bekerja dianggap lebih berkontribusi secara ekonomi (dan juga gengsi) dibandingkan ibu rumah tangga. Namun, di era ketika bisnis online booming seperti saat ini, masihkah pro-kontra tersebut berlanjut?

Setelah menekuni hobi tulis-menulis di blog yang dimulai dari blog warga milik bersama, saya semakin menyadari bahwa dunia maya adalah (salah satu) win-win solution bagi wanita menikah yang ingin tetap bekerja maupun berkarya tanpa harus terlalu sering keluar rumah. Cukup bermodalkan PC atau laptop, & smartphone, tulisan yang berguna dari para ibu rumah tangga dapat dibaca banyak orang melalui blog atau media sosialnya. Ibu bekerja pun dapat meluangkan waktunya di akhir pekan untuk menulis di blognya.

Hebatnya lagi, tidak ada jaminan bahwa kualitas tulisan di dunia maya hasil karya ibu bekerja pasti akan lebih oke dibandingkan tulisan ibu rumah tangga. Para pembaca di dunia mayalah yang akan menilai tentang menarik atau tidaknya suatu artikel blog untuk dibaca.

Blog milik ibu rumah tangga berpotensi untuk dilirik pembaca dengan bahasanya yang lugas dan mudah dipahami tentang kehidupan keluarga sehari-hari.  Sedangkan blog yang dipunyai ibu bekerja pun dapat membagikan pengalaman menariknya di dunia kerja yang belum tentu diketahui banyak orang. Kalau sudah begitu, baik ibu bekerja maupun ibu rumah tangga berpeluang sama besarnya untuk menulis artikel blog yang berkualitas dan layak dibaca.

Working-Mom-Challenges-and-time-management-tips.jpg

Para ibu bekerja juga dapat memiliki penghasilan tambahan sebagai blogger atau pelaku bisnis online (Sumber Ilustrasi 3)

Itu baru urusan tulis-menulis di dunia maya atau blogging. Dunia maya juga menawarkan dan menyediakan tempat yang sama-sama terhormat untuk ibu bekerja maupun rumah tangga yang berminat menjalankan bisnis online. Tanpa memandang latar belakang pendidikan dan status sosial-ekonomi, selama seorang ibu bekerja ataupun rumah tangga mau bekerja keras sekaligus cerdas dalam mengelola bisnisnya via dunia maya, maka bisnisnya pun akan mendatangkan keuntungan seperti yang diharapkan.

Intinya, keputusan untuk menjadi ibu rumah tangga seutuhnya atau terus bekerja setelah berumah tangga idealnya menjadi pilihan yang diyakini sepenuh hati oleh sang wanita tanpa faktor keterpaksaan, bahkan dari suaminya sekalipun. Jika pilihan menjadi ibu rumah tangga sudah diputuskan secara matang, biasanya sang wanita akan tetap produktif berkarya dari rumah, baik melalui media di dunia maya (menulis maupun berbisnis) ataupun aktif mengikuti kegiatan sosial di sekitarnya.

working mom.jpg

Apapun pilihannya, bekerja atau di rumah saja, para buah hati selalu memerlukan kasih sayang dari ibunda mereka (Sumber Ilustrasi 4)

Jika sang wanita mantap memilih tetap berkarir setelah menikah, dia pun akan sadar bahwa dirinya telah berkeluarga sehingga harus pandai membagi waktu antara urusan di kantor dengan rumah. Seandainya pun dia ingin mulai mengurangi kesibukan kerjanya di kantor agar bisa lebih sering bersama keluarganya, memiliki pekerjaan sekaligus penghasilan tambahan dari dunia maya sangat pantas untuk segera dilakukan.

Selamat Hari Ibu.  Untuk semua ibu di Indonesia, baik Anda ‘sekedar’ di rumah saja maupun bekerja di luar rumah, dunia maya kini dapat membantu Anda semua untuk terus berkarya dengan sama baiknya dan mulianya. Kuncinya adalah senantiasa meningkatkan kualitas diri dari waktu ke waktu. Salam kemajuan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s