Jualan dan Perasaan

Pernah ditawari produk atau jasa milik teman? Atau sebaliknya, menawari teman barang atau jasa? Gimana? Lancar jaya atau malah buat derita?

Berbisnis dengan teman atau kenalan tuh lumayan susah-susah gampang. Apa gampang-gampang susah? Ke orang yang belum kenal sebelumnya kan mana ada namanya “harga teman.” Profesional ajalah jatuhnya.

Paling buat nyesek kalau mentang-mentang jualan ke teman, mainnya perasaan yang dimanfaatkan. Maksudnya, dengan bilang begini, “Masak teman sendiri yang jual enggak dibeli sih?!” Hadeuh….

Okelah kalau barang atau jasanya berkualitas dan kita memang sedang perlu. Tapi, kalau sebaliknya? Tadinya senang karena bisa membantu teman yang sedang bisnis, jadinya malah keki karena dipaksa beli huhuhuhu..

Tambah nyebelin lagi waktu barang yang dijual teman itu harganya jauuuuuh lebih mahal, capek deh….. #TepokJidat Barang mahal kualitas optimal ya no problemo. Tapi udahnya kualitas minimal tapi harga maksimal, wah…wah…wah…

Jadi kepikiran juga nih. Mana yang lebih banyak dipilih : “Untung kecil tapi jualan laku terus atau untung besar tapi lakunya di awal saja?” Sepertinya sih lebih banyak yang memilih untung kecil tapi bisnis tetap jalan.  Itu jawaban di lisan lho yaaaa.

But…. lain lagi prakteknya. Baru laku sebentar, harga langsung dinaikkan. Soal kualitas? Itu sih urusan belakangan. Jangan ditanya deh soal perasaan. Ntar disangkanya bisnis kok “baper” alias bawa-bawa perasaan sih?

Padahal… jualan dan perasaan itu sangat berkaitan, erat malah. Lho kok bisa sih? Ya, bisalah! Coba ke tukang pecel lele dan ayam yang sama-sama enak dan sigap melayani. Bedanya cuma dari segi keramahan pelayanan. Tukang pecel lele dan ayam di Jalan A lebih ramah sedangkan penjual B lebih jutek. Silakan tebak, yang mana yang lebih diminati pembeli?

Terus, mbok ya kalau jualan ke teman itu pakai perasaan kasihan : “Kalau saya yang di posisi dia, gimana ya rasanya?”. Jangan malahan mentang -mentang teman, jadinya dimanfaatkan habis-habisan. Enggak juga harus didiskon gede-gedean sih. Ya, yang sewajarnya dan sesuai harga normalnya di pasaran.

So, mau sukses jualan? Pakailah perasaan, terutama waktu menjual ke teman dan kenalan. Salam jualan penuh perasaan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s