Ikut Lomba karena Hadiahnya atau Pengalamannya?

motivation-trophy-success-winning-reward-prize-concept-60796104

Apa motivasi seorang blogger dengan mengikuti lomba di sana-sini? (Sumber Ilustrasi : www.dreamstime.com)

                Blogger jelas akrab dengan lomba.  Mulai dari kompetisi blog (blogging competition), lomba di media sosial (tweet/Instagram competition), hingga lomba foto.  Sponsor lombanya pun beragam.  Ada pihak pemerintah, swasta, dan per orangan (giveaway contest).  Topik juga sangat bervariasi.  Bisa tentang teknologi, traveling, edukasi, kesehatan, dan masih banyak lagi daftarnya.

Nah, ini yang paling menarik hati para peserta lomba.  Yup! Apalagi kalau bukan hadiahnya.  “It is all about money” hehehehe….. Semakin besar jumlah nominal hadiahnya – baik berupa uang tunai maupun benda- , (umumnya) pesertanya akan membludak.  Tentu saja ini manusiawi.  Ibarat gula, semakin besar bongkahannya, semakin banyak pula semut yang mengerubunginya.

Di awal masa saya aktif ngeblog pada pertengahan tahun 2014, saya termasuk kategori ‘blogger omnivora’.  Wait, wait, wait!  Jenis blogger apaan tuh? Bukannya omnivora tuh istilah untuk mahluk hidup yang memakan segala macam (hewani dan juga nabati)? Benar sekali! Flashback dikit ke Biologi yah hohohoho…

Jadi ‘herbivora’ itu untuk mahluk hidup yang emang doyannya makan rumput alias yang hijau-hijau dari tumbuhan.  Kambing, sapi, domba, kerbau, kelinci, dan teman-temannya.  Semacam singa, macan, serigala, dan pemilik taring tajam lainnya tuh tergolong ‘karnivora’ atau pemakan daging atau jenis pangan hewani.  Baru kepikiran sekarang.  Kucing dan anjing sekarang termasuk karnivora atau omnivora ya? Kan sekarang banyak si meong dan si gukguk yang doyan tahu tempe hehehehe…

Well, kembali ke topik.  Maksudnya blogger omnivora tuh – ini definisi saya pribadi lho – semua jenis lomba blog, apapun temanya – diikuti.  Ceritanya, cari pengalaman ikut lomba blog gitu sekalipun saya awam betul dengan tema lombanya.  Sambil ngarep hadiahnya juga sih, ahem.

Maka, saya pun sempat mengikuti lomba blog di bidang perminyakan dan obat-obatan.  Padahal jujur nih, mana paham saya tentang urusan migas? Baru nyadar sekarang hahahaha…..  Walaupun sudah bolak-balik membaca tinjauan pustaka (literature review) tentang dunia migas dan pertambangan, tetap ajah saya bengong.

But, show must go on! Akhirnya jadi juga tuh artikel blog tentang perminyakan yang hadiahnya memang (lumayan) besar.  Tapi, sesuai prediksi awal saya, artikel blog tersebut tidak terpilih sebagai juara.  Lha wong, isi artikelnya juga ala kadar dan apa adanya huehehee… Penasaran? Sila dibacakan artikelnya di sini, sini, dan sini.

Setelah tiga kali mengikuti lomba blog tentang migas yang kesemuanya gagal menjadi pemenang, saya pun sadar diri.  Memang bukan kapasitas saya bukan di bidang itu.  Legalah saya karena sudah tahu (kapasitas) diri.

Untuk bidang tekno, khususnya smartphone, pengalaman saya lebih menyenangkan.  Saya alami langsung, selalu ada ilmu baru yang saya peroleh dari mengikuti lomba blog tekno, kalah maupun menang.  Lebih menyenangkan lagi, jikalau sebelumnya saya sudah mengikuti langsung liputan cara operasi smartphone (unboxing) yang diperlombakan.  Hasil (intensif) membaca referensi dan pengalaman liputan membuat artikel blog saya lebih mengalir dan bahasanya enak dibaca.  Syukur Alhamdulillah, ada yang terpilih menjadi juara seperti artikel ini, ini, dan ini.

Selain membaca referensi dan menulis reportase setelah liputan, pengalaman pribadi saya tentang topic lomba blog yang sedang diikuti juga terbukti sangat berpengaruh.  Bukan apa-apa.  Saya belajar (kembali) dari pengalaman, jikalau saya belum pernah mencoba suatu produk atau jasa dari sponsor yang menyelenggarakan lomba, biasanya saya kurang mendapatkan pemahaman dan perasaan yang lebih mengena hati (insight) untuk kemudian dituliskan.  Prinsip saya, sebisa mungkin informasi tentang suatu produk dan jasa yang saya bagi di ketiga blog saya (Kompasiana, Blogdetik, WordPress) memang akurat dan obyektif.  Urusan kemenangan dan penghargaan? Ah, saya selalu percaya, hasil itu selalu mengikuti seoptimal apa usaha kita dan sesuai izin Allah swt Yang Maha Esa.  Manusia punya rencana, Tuhan yang Maha Kuasa.

Advertisements
This entry was published on July 17, 2016 at 1:33 pm. It’s filed under Curhat, Stories, Street Smart and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

3 thoughts on “Ikut Lomba karena Hadiahnya atau Pengalamannya?

  1. Lalu, akankah mbak Nisa kalau ikut lomba sudah meng’khusus’kan diri di suatu bidang atau masih omnivora? tks

    Like

  2. Pingback: Sodexo Voucher, Sukses Membuat Otak Semakin Encer | nisamasan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: