Cara Mudah Menikmati Buah

06-kebab-buah-saus-coklat

Sate buah dengan saus coklat bisa menjadi alternatif kteatif dalam menikmati buah (Sumber Ilustrasi 1 : http://selerasa.com/resep-dan-cara-membuat-kebab-buah-saus-coklat-sajian-spesial-yang-nikmat-untuk-keluarga)

                “Empat Sehat Lima Sempurna.”  Panduan menu makan yang sehat itu memang sudah dihafal di luar kepala oleh sebagian besar rakyat Indonesia.  Namun, apakah praktiknya sudah rutin dilakukan oleh masyarakat?

Saya bersyukur tumbuh dan besar di keluarga yang menyenangi buah-buahan.  Bapak dan Ibu rutin menyajikan beragam jenis buah di meja makan.  Bapak saya penggemar pisang dan pepaya, sedangkan Ibu suka buah jambu dan alpukat.  Waktu kecil, saya menyukai buah rambutan.  Apalagi yang sudah dikupaskan Ibu, jadi saya tinggal makan saja hehehehe…

Semakin bertambah dewasa, saya sadar didikan makan buah dari orang tua saya tercinta tersebut berdampak sangat positif bagi kesehatan saya.  Khususnya yang sudah saya rasakan langsung adalah lancarnya masalah pencernaan.  Setiap hari – terutama di pagi hari sebelum sholat Shubuh – saya teratur ke kamar kecil untuk BAB (buang air besar).

Selain urusan BAB yang oke karena rajin konsumsi buah, saya juga merasakan kulit yang halus dan lembut.  Memang sih, tidak semulus kulit para model iklan hand body lotion hahahaha…. Tapi, saya melihat buktinya langsung, yaitu Ibu saya yang kulitnya tetap kencang di usia beliau yang hampir menginjak usia ke-60.

Untuk Bapak, beliau ternyata juga tak bermasalah tentang BAB dan syukur Alhamdulillah, tidak ada masalah penyakit berat seperti jantung ataupun darah tinggi (hipertensi).  Saat ini, usia Bapak sudah 62 tahun.  Namun, energinya tetap stabil karena serat dari buah.

Setiap hari, saya usahakan memakan 2 buah jeruk dan 4 buah tomat. Kenapa 2 jenis buah tersebut yang saya pilih? Alasannya sederhana.  Lebih karena urusan kepraktisan.  Baik jeruk maupun tomat bisa saya makan langsung tanpa harus repot memotong dengan pisau.  Urusan mengupas jeruk pun mudah.  Saya juga lebih banyak menemukan jeruk dan tomat lokal yang harganya, ehem, lebih terjangkau di kantong hihihihi…

Buah jeruk saya makan di pagi hari saat sarapan dan makan malam.  Irisan tomat saya masukkan ke dalam piring bersama nasi, sayur, dan lauk-pauk.  Saya pernah menonton acara konsultasi gizi di TV yang sangat menyarankan untuk memakan buah segar daripada produk buah olahan.

header_FamilyEatingFruit_1e3e_header

Kebiasaan rutin memakan buah sangat tepat dimulai dari pola makan di keluarga sejak dini (Sumber Ilustrasi 2 : https://www.healthykids.nsw.gov.au/parents-carers/5-ways-to-a-healthy-lifestyle/eat-more-fruit-and-vegies.aspx)

                Berdasarkan pengalaman selama ini, masalah kepraktisan (baca : tidak sempat) memang sering menjadi alasan seseorang absen memakan buah.  Nah, saya mengakalinya dengan membeli buah di setiap akhir pekan untuk stok selama minggu ke depan.  Biasanya saya berbelanja buah di hari Sabtu.

Selanjutnya, agar semakin lebih mudah untuk menikmati buah, bisa disiapkan dalam bentuk buah potongan yang disimpan dalam kulkas.  Misalnya seperti cara Ibu saya, membelah pepaya menjadi dua.  Setiap pagi, beliau mengupas dan memotong bagian dari pepaya tersebut untuk dikonsumsi dari makan pagi hingga malam.  Bagi pekerja di luar rumah, banyak penjual buah potong segar yang bisa dijumpai di tempat umum.  Cukup dengan mengeluarkan Rp. 2.000,-, seseorang bisa menikmati sepotong pepaya, semangka, dan melon (mayoritas yang banyak dijual dalam bentuk potongan).

Kalau pun ingin lebih memiliki variasi, sila buah jus yang mengandung sedikit gula.  Ibu saya senang membuat jus jambu biji tanpa gula.  Meskipun begitu, beliau menyiapkan air gula bagi Bapak dan ketiga adik laki-laki saya yang memang lebih senang dengan jus buah yang manis.  Saya dan Ibu lebih memilih jus buah tanpa gula.

Potongan buah segar, jus buah tanpa gula, lalu adakah cara mudah lainnya menikmati buah?  Masih ingat rujak (fruit salad) dan es buah kan?  Tapi, mohon hati-hati ya untuk tingkat kepedasan sambal rujak dan kemanisan es buah.  Ingatlah tujuan utama memakan rujak dan es buah adalah untuk menikmati buahnya, bukan sambal rujak ataupun sirup es buah.

Nah, tunggu apalagi? Yuk, segera biasakan dan rutinkan menikmati buah setiap harinya dari sekarang.  Percaya deh, tubuh atau badan Anda akan sangat berterima kasih untuk kandungan serat (penghancur lemak) dan zat anti oksidan (pencegah kanker) yang diperoleh dari buah.  Salam sehat selalu.

Advertisements
This entry was published on August 2, 2016 at 11:42 pm. It’s filed under Culinary, Food, Health, Tips and Tricks, Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: