Sodexo Voucher, Sukses Membuat Otak Semakin Encer

banner_blog_kontes_sodexo 

Mari berbagi pengalaman tentang pentingnya arti penghargaan melalui “Blog Contest Sodexo 2016” (Klik gambar di atas atau link berikut ini : http://sodexoevent.com/blog-contest/)

Rajin belajar adalah istilah yang harus diingat setiap pelajar.  Mulai dari murid TK, SD, SMP, SMU, dan mahasiswa universitas.  Apalagi ketika dihadapkan dengan ujian.  Tambahkan pula saat mata pelajaran atau mata kuliahnya sulitnya minta ampun.  Sebut saja, namanya matematika, ahem! Bukannya semakin membuat otak rileks menjelang ujian, yang ada otak semakin tegang.  Gawat kan?

Saat SD dulu, saya memiliki seorang guru yang tahu dan paham benar caranya memotivasi muridnya.  Beliau bernama Bu Buriyati yang luar biasa sabar dan perhatian.  Bayangkan saja, Bu Buri adalah seorang guru wali kelas 2 dan 3 SD.  Muridnya dalam satu kelas hampir 30 orang.  Namun, tantangan beliau bukan sekedar mengatur anak SD awal – yang energinya masih luar biasa besar – untuk duduk tenang dan belajar.  Saya masih ingat betul, separuh murid Bu Buri belum lancar alias masih terbata-bata membaca.  Maklum saja, zaman saya SD dulu di akhir periode Orde Baru, belum ada kewajiban bagi calon murid SD untuk mampu membaca saat mendaftar sekolah.  Praktis kemampuan membaca itu (hampir) seluruhnya menjadi kewajiban guru SD.

Entah dari mana Bu Buri mendapat ide brilian itu.  Namun, tindakan beliau dengan memasangkan tempat duduk seorang murid yang sudah lancar membaca dengan yang belum lancar membaca ternyata sangat efektif dan efisien.  Saya lalu duduk semeja dengan Citra.  Tugas saya dan murid lainnya yang sudah bisa membaca adalah membantu teman sebangku kami agar semakin lancar membaca dengan cara membaca bersama.  Syukur Alhamdulillah, Citra yang awalnya masih mengeja satu-persatu suku kata ketika membaca, kemampuan membacanya tambah meningkat setelah kami duduk sebangku.

ti087a2913.jpg

Sedari usia dini, seseorang idealnya harus mulai diajari pentingnya mengapresiasi dan menghargai sesama dalam meraih prestasi (Sumber Ilustrasi 1 : http://www.fotosearch.com/TGR031/ti087a2913/)

Tentu saja, kami – para murid yang menjadi ‘asisten guru’ – tidak digaji.  Kan status kami masih murid seperti halnya teman kami yang belum lancar membaca.  Meskipun demikian, Bu Buri memiliki cara unik saat memberikan penghargaan tentang pentingnya apresiasi dan berbagi untuk sepasang murid yang keduanya sudah mampu membaca.  Nah, dari beliaulah, saya mulai mengenal konsep voucher sederhana ala anak SD.  Sebelum istirahat atau pulang sekolah, Bu Buri rutin menunjuk sepasang siswa untuk maju ke depan kelas dan membaca bersama dengan suara lantang.  Tujuan beliau adalah mengetahui kemajuan perkembangan membaca murid yang sebelumnya sudah dibimbing teman sebangkunya.  Jika keduanya mampu membaca tanpa terbata-bata, maka mereka mendapatkan penghargaan yang menyenangkan sekaligus mengenyangkan.

Bukan, Bu Buri tidak memberikan kami permen, es krim, atau coklat.  Meskipun ketiganya adalah makanan favorit anak SD hehehe… Sebaliknya, beliau memberikan kami kebebasan dalam memilih jenis makanan dan minuman yang kami sukai.  Nah, cara Bu Buri menghargai kami yang sama-sama sudah mampu membaca ini – menurut hemat saya dari sudut pandang seorang anak SD waktu itu – sangatlah unik dan menarik.

Penghargaan untuk kelancaran kami membaca adalah ‘voucher’ di kantin merangkap koperasi sekolah.  Memang itu bukanlah voucher resmi dan bergengsi layaknya voucher belanja Sodexo yang dapat dipakai baik secara lokal maupun global pada merchant Sodexo yang telah ditunjuk sebelumnya.  Voucher makan di kantin sekolah ala Bu Buri tersebut adalah dua lembar kertas – yang sudah ditandatangani oleh beliau dan pengurus  kantin sekaligus koperasi sekolah – berisi jumlah nominal yang boleh kami belanjakan berdua dalam satu kali belanja.

Solution_giftpass_bahasa

Sodexo Indonesia turut memfasilitasi kemudahan bagi perusahaan maupun perorangan dalam memberikan penghargaan dan hadiah berupa voucher belanja (Sumber Ilustrasi 2 : http://sodexobenefits.co.id/en/corporate-client/sodexo-gift-pass)

Zaman itu, voucher Rp. 500,- (lima ratus perak) sudah cukup besar.  Kami pun boleh memilih antara membeli alat tulis (pensil, buku, pulpen, dan lainnya) atau makanan dan minuman dengan voucher (yang dibayar dari gaji Bu Buri) tersebut.  Seringnya sih, voucher itu habis untuk dibelikan makanan dan minuman.  Namanya juga anak SD hihihihi…

Sejak saat itulah, saya merasakan arti lega dan bahagia dengan memperoleh penghargaan dalam bentuk voucher hadiah.  Apalagi voucher tersebut diperoleh sebagai penghargaan untuk kemampuan dan kekompakan kami sebagai kelompok belajar membaca.  Jadi, jauh sebelum kami masuk dunia kuliah dan kerja yang sangat mengandalkan strategisnya kerja tim dan budaya apresiasi berupa penghargaan dan pengakuan (awards & recognition), saat SD Bu Buri sudah menanamkan kami pentingnya penghargaan yang suportif dan konstruktif dalam bentuk kolaborasi serta apresiasi antara sesama teman sebangku untuk meningkatkan kemampuan membaca.

Hasilnya jelas luar biasa.  Seingat saya, saat kenaikan kelas menuju kelas 3 SD, semua murid Bu Buri sudah mampu membaca dengan baik.  Meskipun begitu, kami masih ingin diajar lagi oleh beliau.  Doa kami ternyata dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa.  Bu Buri kembali menjadi wali kelas kami di kelas 3.  Saat beliau memasuki ruang kelas 3 kami di hari pertama sekolah, seisi kelas langsung bersorak-sorai gembira.  Ah, masa kecil yang bahagia!

slide_3_4

Siapapun pasti senang ketika dapat memperoleh kesempatan makan di restoran yang mengenyangkan sekaligus mengesankan dengan voucher dari Sodexo (Sumber Ilustrasi 3 : http://sodexobenefits.co.id/)

Meskipun semua murid kelas 3 sudah lancar membaca, penghargaan dari Bu Buri berupa voucher belanja kantin dan koperasi sekolah masih terus berjalan.  Kali ini, voucher diberikan kepada murid yang nilai ulangan hariannya tertinggi.  Biasanya beliau memberikan voucher untuk mata pelajaran yang sulit seperti Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris.  Saya pernah mendapat voucher untuk IPA dan Bahasa Inggris.  Namun, belum pernah sekalipun mendapat voucher untuk Matematika sekalipun sudah jungkir-balik belajarnya hahahaha….

Kelas 4 hingga SD, kami tidak lagi diajar Bu Buri.  Namun, kami tetap semangat belajar setiap kali mengingat kenangan belajar yang menyenangkan dan begitu berkesan yaitu penghargaan berupa voucher dari beliau.  Tak heran, saat kami kelas 5 SD, sekolah kami menjadi juara II dalam acara Cerdas Cermat tingkat kota.  Ketika lulus SD, banyak murid yang berhasil masuk SMP unggulan.

Saat SMP dan SMU, penghargaan untuk prestasi belajar berupa voucher belanja tak saya temui.  Seringnya penghargaan berbentuk trofi, uang tunai, dan barang (buku atau alat tulis).  Penghargaan itu tak kalah berartinya dengan penghargaan berupa voucher belanja yang dulu saya pernah peroleh saat SD.  Akan tetapi, ada sensasi yang berbeda dengan memperoleh penghargaan berupa voucher belanja.  Minimal penerima voucher memiliki kebebasan dan keleluasaan pilihan dalam menentukan jenis barang atau hadiah yang ingin dibelinya.  Waktu SD dulu, tiap kali mendapat voucher dari Bu Buri, kami seringnya saling berdiskusi dulu tentang barang apa yang akan dibeli agar bisa dinikmati bersama teman-teman lainnya yang tidak atau belum memperoleh voucher.

gift-pass

Sodexo Gift Pass adalah salah satu jenis voucher yang dapat dihadiahkan sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi terhadap prestasi (Sumber Ilustrasi 4 : http://sodexomerchant.com/pass-voucher)

sodexo_50000 crop merchant

Voucher Sodexo dapat digunakan di deretan merchant dalam gambar di atas dan pada ratusan/269 merchants dan ribuan/14,170 outlets lainnya, sangat menarik kan? (Sumber Ilustrasi 5 : http://giftpass.sodexomerchant.com/)

Barulah di bangku kuliah, saya mendapati kembali bentuk penghargaan untuk prestasi belajar berupa voucher belanja.  Saat itu pulalah, saya mengenal voucher belanja Sodexo.  Tim dosen yang mengajar mata kuliah Kalkulus (bagian dari Matematika Dasar) dan Kimia Dasar tentunya paham benar bahwa kedua mata kuliah itu sulitnya memang amat sangat luar binasa, eh luar biasa maksudnya! Saking susahnya, pemandangan sekumpulan kakak kelas atau senior yang mengulang bersama adik kelasnya itu menjadi lumrah setiap semester.  Memalukan betul yah? Huhuhu…

Untuk mengakalinya, diawali di tahun saya kuliah, tim dosen kedua mata kuliah tersebut kemudian mulai memberlakukan penghargaan berupa voucher belanja Sodexo untuk mahasiswa yang memperoleh nilai tertinggi setelah mid (Ujian Tengah Semester/UTS) dan final test (Ujian Akhir Semester/UAS).  Voucher tidak hanya diberikan kepada mahasiswa secara individu, namun juga untuk kelompok mahasiswa dalam ujian kelompok praktikum atau asistensi mata kuliah.  Selain kuliah tatap muka yang harus dihadiri setiap mahasiswa, setiap minggu perkuliahan juga diisi dengan praktikum di laboratorium untuk mata kuliah Kimia Dasar.  Sedangkan mata kuliah Kalkulus memberlakukan praktek (asistensi) berupa membahas soal-soal latihan di kelas di bawah bimbingan seorang asisten dosen.

e41398d-kingston-university-9e8b0eb-major-research-led-by-kingston-

Mata kuliah Kimia Dasar semakin ringan dengan kerjasama kelompok belajar mahasiswa dan motivasi berupa voucher sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras plus cerdas (Sumber Ilustrasi 6 :http://www.kingston.ac.uk/news/article/1620/04-mar-2016-major-kingston-universityled-research-set-to-help-more-students-progress-on-to-further-study-in/)

Baik praktikum di lab maupun asistensi di kelas menerapkan pola belajar dalam kelompok mahasiswa.  Satu kelompok biasanya terdiri atas 4 sampai dengan 5 orang mahasiswa.  Supaya efektif dan efisien belajarnya.  Kalau lebih dari 5 orang per kelompoknya, seringnya malah jadi kelompok bermain dengan asyik mengobrol tak karuan.

Sistem penghargaan berupa voucher belanja Sodexo tersebut ternyata sukses memotivasi mahasiswa secara individu maupun kelompok.  Bagi mahasiswa yang mendapat nilai tertinggi saat UTS dan UAS, mereka memperoleh nominal voucher belanja sebesar Rp. 100.000.  Seringnya yang sudah memperoleh voucher UTS, mereka akan semakin termotivasi lagi untuk kembali mendapat voucher UAS.  Ada yang berhasil, ada yang tidak.  Saya? Tahu dirilah dengan otak yang rata-rata ini hehehe…

karen-shakerdge-MathPhoto-06-800x0-c-default

Begitu pula dengan mata kuliah Kalkulus/cabang ilmu matematika tak lagi menakutkan dan memusingkan dengan belajar bersama ditambah pula dengan bayangan menikmati voucher makan bersama teman-teman seperjuangan hehehehe..  (Sumber Ilustrasi 7 : http://hechingerreport.org/high-failure-rates-spur-universities-overhaul-math-class/)

Maka, saya bersama (mayoritas) mahasiswa lainnya berusaha sekuat tenaga memperoleh voucher belanja Sodexo dari nilai tertinggi saat ujian praktikum dan asistensi bersama kelompok belajar kami masing-masing.  Kelompok mahasiswa yang berhasil memperoleh nilai tertinggi saat ujian praktikum dan asistensi saat UTS dan UAS berhak menerima voucher senilai Rp.  200.000.  Voucher tersebut bisa dinikmati oleh 4 – 5 mahasiswa per kelompok dengan makan bersama setelah nonton film bareng.  Sangat lumayan untuk refreshing setelah lelah berkuliah selama setengah semester hahaha… #ThePowerOfVoucher

Manfaaat lainnya adalah ketika ujian individu, kami menjadi lebih siap karena telah terbantu sebelumnya dengan proses belajar kelompok.  Bayangan bisa bersantai bersama teman satu kelompok dengan voucher belanja di merchant Sodexo jika sukses meraih nilai tertinggi semakin memotivasi semangat belajar para mahasiswa.  Bisa dibilang, sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui.  Lulus mata kuliah, semakin solid dengan teman kuliah, plus mendapat penghargaan yang membahagiakan berupa voucher belanja Sodexo untuk dinikmati bersama.  Penghargaan jelas semakin berkesan dan menyenangkan saat memberikan banyak manfaat kebaikan bagi penerimanya dan lingkungan di sekitarnya.  Dan itu bahkan bisa dimulai dari selembar voucher belanja yang sederhana namun berdampak luar biasa.  Yuk, mari saling menghargai mulai hari ini.

sodexo-logo

Sodexo dengan voucher dan pelayanannya di seluruh dunia membuat makna penghargaan  semakin terasa banyak manfaat kebaikannya kepada sesama (Sumber Ilustrasi 8 : https://imansupriyono.wordpress.com/2011/07/08/bisnis-kuliner-rp190t-sodexo-catering-olympiade-bisa/)

Artikel terkait penghargaan lainnya :

Voucher Belanja Hadiahnya, Kenangan Manisnya Memotivasi Kerja

Ikut Lomba karena Hadiahnya atau Pengalamannya?

Advertisements
This entry was published on August 15, 2016 at 7:56 am. It’s filed under Blog Competition, Gaya Hidup, Life Style, Street Smart and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: