Wisata Kuliner Plus Agribisnis, Prospek Kelezatannya Sangat Manis

Tengkleng-Bu-Edi-di-Pasar-Klewer

Nikmatnya Tengkleng Solo ini semakin maknyuus jika bisa dinikmati dekat peternakan sapi dan kambing yang juga menyediakan susu perah segar alias wisata kuliner plus agribisnis (Sumber Ilustrasi 1 : http://www.resepcaramasakan.com/2015/07/lewat-kota-solo-jangan-lupa-kulinernya.html?showComment=1461418134628)

            Indonesia jelas termasuk salah satu surga dunia.  Sumber daya alamnya luar biasa kaya.  Wajarlah hal itu berdampak positif pada sangat beragamnya jenis makanan dan minuman di bumi Nusantara.  Mulai dari sajian berupa pangan pokok seperti nasi kuning, minuman contohnya wedang jahe, hingga panganan jajanan misalnya kue cucur, dapat dinikmati saat wisata kuliner di Indonesia.  Soal cita rasa, jangan ditanya! Pesona kehangatan dan kelezatan rempah-rempah asal Indonesia sejak lama telah menggoda selera dunia dengan datangnya pedagang (termasuk penjajah) asing ke wilayah yang dulu dikenal sebagai daerah Hindia Belanda.

Tahun 2015 lalu, syukur Alhamdulillah saya berkesempatan untuk mengunjungi perkebunan kopi di Tanggamus Lampung.  Kebun kopi milik petani di Lampung tersebut menjadi bahan baku kopi instan yang kemudian dijual di dalam negeri hingga luar negeri.  Setelah mendatangi perkebunan kopi di Lampung dan mencicipi produknya, saya semakin menghargai minuman kopi karena untuk membuat secangkir kopi diperlukan 60 biji kopi.  Cukup banyak kan?

IMG03577-20130222-1518

Pindang Kepala Ikan Simba ini adalah menu khas wisata kuliner di Lampung yang memang terkenal dengan produksi ikan lautnya (Sumber Ilustrasi 2 : http://lampung.tribunnews.com/2013/03/05/pindang-kepala-simba-bercita-rasa-pedas-asam)

            Selain kopi Lampung, Indonesia juga memiliki kopi Luwak yang sangat mahal sekaligus sedap.  Langkanya produksi kopi Luwak membuat harganya selangit.  Namun, saya belum tahu, adakah wisata agribisnis sekaligus kuliner untuk kopi Luwak.  Pasti sangat menyenangkan saat menyantap satu jenis menu, kita dapat mengetahui asal-usul bahan yang digunakan untuk pembuatannya.  Indonesia, sebagai negara agraris, tentunya sangat potensial untuk menggabungkan wisata kuliner sekaligus agribisnis dalam satu tempat atau lokasi yang berdekatan.

Tahun 2014, saya mengunjungi Kota Pelajar Yogyakarta.  Di Yogya dan sekitarnya, termasuk Kota Surakarta atau Solo, terkenal sebagai daerah penghasil gula – baik gula putih maupun gula jawa – karena banyaknya perkebunan tebu, pohon kelapa, dan aren.  Selain gula, daerah Jawa Tengah juga banyak ditanami tanaman herbal untuk produksi jamu-jamuan. Tak heran saat (hampir) semua makanan serta minuman di sana bercita rasa manis maupun kental aroma herbalnya.  Sebut saja sayur gudeg, jenang krasikan (sejenis dodol ketan dengan taburan wijen), es dawet atau es cendol, jamu beras kencur, dan masih banyak lagi lainnya.  Beberapa merek jamu yang terkenal sejak lama di Indonesia berlokasi di Jawa Tengah dan memiliki perkebunan tanaman herbal sendiri di sekitar pabrik mereka.

jenang krasikan bu prapto Rp 12.500

Jenang dan krasikan, panganan jajanan sejenis dodol khas Yogya dan solo, memang bercita rasa manis karena daerah Jawa Tengah dikenal sebagai sentra produksi gula  (Sumber Ilustrasi 3 : http://nusantaraoleholeh.blogspot.co.id/2015/07/jenang-krasikan-bu-prapto.html)

            Di luar Yogya dan Solo yang berada di Jawa, ada pula Kota Medan dan daerah sekitarnya di Sumatera Utara yang juga terkenal sebagai daerah pertanian dan tujuan wisata kuliner di Indonesia yang sayang jika sampai terlewatkan.  Pasti pernah dengar kan tentang Jeruk dan Durian Medan? Tambahkan juga sirup Markisa dari Brastagi, Tempoyak (produk fermentasi durian) untuk bumbu masakan ataupun lauk makan, Kacang Sihobuk dari Tarutung – Tapanuli Utara, dan masih panjang lagi daftarnya.  Sekitar 1 jam dari Medan, pecinta wisata kuliner plus wisata agribisnis dapat mengunjungi Taman Buah di Deli Serdang.  Saat panen, buah di sana bisa (gratis) dipetik lho! Tertarik?

Sayangnya, potensi wisata kuliner plus agribisnis memang (masih) belum digarap secara serius dan menyeluruh di Indonesia.  Seringnya, jenis-jenis wisata di Indonesia berjalan sendiri-sendiri sehingga letaknya menjadi saling berjauhan.  Begitu pula yang saya alami selama di Yogya maupun Lampung.  Padahal, jika di sekitar perkebunan kopi, tebu, kelapa, dan tanaman jamu terdapat wisata kuliner yang bahan bakunya masih segar serta langsung berasal dari perkebunan tersebut, potensi keuntungannya pun akan manis untuk pemilik perkebunan dan pengusaha makanan.

taman buah

Wisata kuliner plus agribisnis, terutama jeruk dan durian, di Sumatera Utara tambah lengkap dengan mengunjungi ‘Taman Buah Deli Serdang’ yang berjarak 1 jam dari Medan (Sumber Ilustrasi 4 : http://www.medanwisata.com/2016/02/nyantai-asik-di-taman-buah-deli-serdang.html)

            Dekatnya lokasi wisata kuliner dengan wisata agribisnis juga sangat menguntungkan para pecinta traveling, untuk turis domestik juga turis asing.  Biaya traveling akan menjadi lebih hemat dengan waktu perjalanan lebih singkat namun rangkaian program acara jalan-jalan tetap berlangsung padat.  Tambah lebih nikmat lagi jika para pelancong berhasil mendapat tiket pesawat promo, maknyuus!

Strategi-Mencari-Tiket-Pesawat-Murah-Promo

Begini strategi jitu memperoleh tiket pesawat promo untuk wisata kuliner plus agribisnis di Indonesia dari sumber traveling website yang telah terpercaya yaitu Airpaz (Sumber Ilustrasi 5 :   http://blog.airpaz.com/id/strategi-mencari-tiket-pesawat-murah-promo/)

            Maka itulah, perlu kerjasama yang baik antara pemerintah daerah (dinas pariwisata dan pertanian), pengusaha (maskapai penerbangan, hotel dan penginapan, serta travel agent),  dan para wisatawan lokal maupun mancanegara agar sinergi positif antara wisata kuliner dengan wisata agribisnis dapat berjalan seiring sejalan sekaligus menguntungkan.  Ketika promo tiket pesawat sering ada, kamar hotel nyaman dan aman, lalu banyak pilihan lokasi wisata kuliner plus agribisnis yang berdekatan, maka pariwisata di Indonesia akan semakin bertambah peminatnya.

Artikel terkait lainnya :

Tradisi 17 Agustusan, Wisata Sejarah yang Menyenangkan



Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s