Menunggu Tak Selalu Membuat Jemu

Allah SWT selalu bersama orang-orang yang senantiasa bersabar dan menjalankan sholat.
Allah SWT selalu bersama orang-orang yang senantiasa bersabar dan menjalankan sholat. (Sumber Ilustrasi 1)

 

Enggak pake lama yaaaa!” Familiar dengan kalimat barusan? Yup! Bagi yang sering makan di luar alias eating out, tuh kalimat jadi slogan abadi tiap kali memesan makanan.  Tahu sendiri kan, perut sedang lapar, eh ditambah lagi dengan acara menunggu! Apa enggak buat emosi jiwa tuh?

Pasti untuk orang yang hidup di masa internet dan media sosial belum eksis seperti ini, menunggu itu adalah hal yang sangat amat lumrah sekali.  Mau buktinya? Masih ingat surat yang dikirim lewat pos? Bukan via burung merpati lho hahahahaha….

Orang tua saya dulu – di awal tahun 80-an – melewatkan masa perkenalan mereka dengan saling mengirim surat antara Jawa Tengah dan Kalimantan Timur.  So, jangan bayangkan tentang terbatasnya kuota internet untuk saling ngambek apalagi galau karena pesan WA or LINE cuma dibaca, doank! Surat bisa sampai ke tangan yang ditujunya ajah sudah syukur Alhamdulillah, bingits!

Jadilah jarak waktu mengirim satu surat ke surat berikutnya bisa memakan waktu sebulan, bahkan lebih.  Komunikasi via telepon? Ibu saya tinggal di desa kecil yang berjarak 1 jam perjalanan dari Kota Surakarta – atau lebih terkenal sebagai ‘Solo’ – sedangkan Bapak bertugas di hutan Kalimantan.  Gimana ceritanya mau telpon-telponan di era Eyang Harto baru berkuasa kurang dari dua dekade kala itu? Makan sehari-hari aja masih susah lho yaaaah…..

Terburu-buru hingga melewatkan proses menunggu seringkali berakhir dengan penyesalan.
Terburu-buru hingga melewatkan proses menunggu seringkali berakhir dengan penyesalan. (Sumber Ilustrasi 2)

Namun, ada yang kontras, menurut observasi saya selama ini, tentang kelanggengan rumahtangga pasangan tempo doeloe dengan yang menikah di era Internet of Things sekarang.  Memang sih, zaman dulu juga ada pasangan yang bercerai.  Lalu di saat ini, tak sedikit pula, pasangan yang tetap bertahan dalam ikatan pernikahan dengan segala tantangan yang (bisa saja) menjadi alasan perceraian, such as sudah menikah belasan tahun, tapi belum dikaruniai buah hati.

Tapi, kalau dilihat datanya – keren abeez deh kalau ada yang mau cek langsung ke KUA (Kantor Urusan Agama) bagi kaum muslim atau Catatan Sipil bagi selain muslim – statistik perceraian itu angkanya menunjukkan kecenderungan yang terus meningkat setiap tahunnya.  Paling praktisnya, bisa dilihat dari kasus perceraian kaum pesohor a.k.a selebritis yang wara-wiri menghiasi infotainment.  Mau seleb senior sampai yang paling junior, sayangnya, enggak ada yang imun or kebal dari yang namanya wabah perceraian *tepokjidat

Apa itu semua karena urusan menunggu ya? Bukan, saya bukan psikolog, apalagi konsultan pernikahan.  Dulu sih, sempat bercita-cita memiliki tuh profesi karena seru bisa jadi pendengar sekaligus dibayar hehehehe… Tapi, gini deh.  Ada yang kebelet atau tidak sabar untuk menikah di satu sisi dan di sisi lainnya, tak sedikit pula, yang buru-buru bercerai.  Apa benang merah di antara keduanya? Benar sekali! Proses menunggu yang dilewatkan begitu saja.

Sabar dalam penantian, berakhir dengan senyuman kemenangan :D
Sabar dalam penantian, berakhir dengan senyuman kemenangan 😀 (Sumber Ilustrasi 3)

 

Padahal, kesabaran adalah (salah satu) kata kunci langgengnya pernikahan.  Tambahkan pula hubungan persahabatan dan pekerjaan.  Nah, kapan lagi kesabaran itu paling banyak dipraktekkan? Tentunya saat seseorang sedang menunggu! Baik menunggu sesuatu apalagi seseorang, ahem.

Bukankah Allah swt telah berpesan bagi kaum muslimin agar selalu menjadikan “sabar dan shalat sebagai penolong hidup(QS. Al-Baqarah [2]: 153). Sejatinya masa menunggu itu tak lantas sekaligus tak pantas membuat jemu.  Penantian apapun, yang diridhai oleh Allah swt, pada akhirnya bermuara pada senyuman dan kemenangan, InsyaAllah #KeepKhusnuzhan

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s