Ditemani Herba Ini, Tiga Kegalauan Tak Lagi Membebani

lawan-hepatitis-dengan-temulawak-ok

Herba multi fungsi ini memiliki nama Latin Curcuma xanthorrhiza Roxb (Ilustrasi 1)

Syukur Alhamdulillah, kebiasaan minum jamu di keluarga saya sudah diwariskan selama empat generasi dari Buyut, Nenek, Ibu, lalu saya.  InsyaAllah, rutinitas minum jamu akan saya turunkan pula ke para buah hati kelak.  Jamu itu – selain warisan keluarga – juga merupakan tradisi pusaka masyarakat Indonesia sejak zaman Nusantara #KembaliAlami

Ibu sudah membiasakan minum jamu sejak saya TK.  Saat melihat teman minum es dan minuman manis lainnya, saya jelas tergoda.  Namun, malah jamu yang disodorkan Ibu.  “Jamu itu lebih sehat dan bermanfaat.  Apalagi untuk perempuan.  Percaya deh, “ujar beliau mantap.

rahasia-temulawak-presiden-1-ok.jpg

Presiden Jokowi rutin meminum jamu jenis ini selama hampir 20 tahun terakhir lho! (Ilustrasi 2)

Di SD, urusan minum jamu tambah serius.  Dokter melarang saya meminum es selama minimal 10 tahun karena penyakit asma. Selain air putih atau jus buah tanpa es, jamu beras kencur dan kunyit asem – rasa manis dan asamnya mudah diterima anak kecil – adalah minuman rutin saya.  Kadang saya iri plus galau tiap melihat anak kecil lainnya yang bebas meminum apapun.  Tapi, saya juga takut diam-diam minum es.  Asma saya pasti langsung kambuh.

bersulang-temulawak-1-ok.jpg

Fungsi herba ini salah satunya adalah menambah nafsu makan tanpa membuat gemuk (Ilustrasi 3)

Kegalauan saya – sebagai anak kecil– melebar ke urusan penampilan.  Ketika kelas 6 SD, ada beberapa teman di sekolah yang sudah mendapatkan ‘datang bulan (menstruasi)’ pertama mereka.  Tadinya badan mereka kurus dan kecil atau kerempeng. Eh, dengan datangnya haidh, kenapa badan mereka membesar ya?

Waktu masih berstatus ‘ABG (Anak Baru Gede)’ belasan tahun lalu hehehe, belum zamannya serba Googling seperti sekarang.  Kami, remaja putri lainnya yang belum akil baligh, dengan sok tahunya menebak.  “Mungkin sekarang mereka gemuk karena tambah doyan makan.  Kan sebagai pengganti darah yang banyak keluar,” begitu tebakan ngawur kami.

IMG_4359 smaller.jpg

Bagi yang gemar berolahraga, herba ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh (Dokpri 1)

Maka, setelah mendapatkan datang bulan perdana saat SMP, otomatis saya langsung menjaga pola makan alias diet ketat.  Biasanya saya makan besar 3x/hari, lalu dikurangi hanya 1x-2x/hari.  Padahal ketika SMP, saya aktif di kegiatan ekstrakurikuler (eskul) yaitu Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) dan Pramuka, les bahasa Inggris serta bimbingan belajar (bimbel).

Bisa ditebak, kegiatan optimal tapi asupan makan minimal jelas membuat saya kelimpungan.  Satu hari, saat mengikuti upacara bendera di sekolah, saya pingsan! Di ruang klinik siswa, tak sampai 5 menit, tiba-tiba nafas saya tersendat.  “Langsung ke rumah sakit saja!” ungkap wali kelas saya yang segera melarikan saya ke rumah sakit terdekat dari sekolah.

035 smaller

Temulawak, herba yang InsyaAllah membuat peminumnya senantiasa bahagia (Dokpri 2)

Setelah 3 hari dirawat inap, daftar jamu yang harus teratur saya minum pun bertambah satu jenisnya.  Itu karena Ibu tahu nafsu makan saya menurun karena takut gemuk setelah datangnya haidh pertama.  Bahkan Nenek dari Solo sampai langsung menelepon saya: “Gendhuk*, yang rajin minum temulawak ya.  Itu buat nafsu makan tapi badan ndak gemuk kok.”

Maka sejak itu, (hampir) setiap hari sebelum berangkat sekolah, segelas besar jamu temulawak harus saya minum sampai habis.  Ibu tak akan mengizinkan saya keluar rumah sebelum jamu temulawak itu tandas tak bersisa.  Pulang sekolah, giliran segelas jamu campuran beras kencur dan kunyit asam yang wajib saya minum.  Ibu memiliki langganan tukang jamu gendong – asalnya dari Wonogiri, Jawa Tengah yang setiap jam enam pagi datang ke rumah.

029 smaller.jpg

Sari Temulawak Herbadrink tersedia dalam dua varian.  Tenang, sama berkhasiatnya 😀 (Dokpri 3)

Kurang lebih selama masa SMP dan SMU, jamu racikan Yu Jum – itu nama tukang jamu langganan Ibu – setia menemani keseharian saya.  Awalnya saya tak terlalu suka rasa jamu temulawak karena tawar cenderung pahit.  Sadar ekspresi tak doyan saya, Yu Jum pun mengakalinya, “Nih, saya tambahkan sesendok teh madu supaya manis seperti yang minum.”

Setahun rutin minum temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb), saya pun mendapati tubuh lebih fit alias tak mudah lelah sekaligus nafsu makan terus bertambah.  Meskipun begitu, syukur Alhamdulillah, berat badan saya tak melonjak setelah makan banyak.  Tiap kali musimnya ujian sekolah, baik porsi belajar maupun makan saya bertambah.  Era saya sekolah dulu, tak ada ‘fasilitas’ ujian ulangan (remedial) seperti kini.  Nilai raport jeblok, ya berarti tinggal kelas, hiks!

106 smaller.jpg

Sebagai anggota KIR, saya jadi tahu bahwa temulawak menjaga fungsi lambung.  Info bermanfaat itu saya peroleh dari kakak kelas, seorang mahasiswi Biologi di Kota Bogor.  Menurut sang mbak senior, saat stress, tingkat keasaman di lambung cenderung meningkat sehingga orang tersebut harus cukup makan agar keasaman lambungnya ternetralisir.

Sayangnya, orang stress dan galau berat itu – karena pikiran apalagi perasaan, ahem! malah seringnya ogah makan.  Hayooo, pasti banyak yang tersindir hihihi…  Tak heran, penyakit maag atau asam lambung (terutama yang kronis atau menahun) itu lebih banyak menjangkiti wanita yang emosinya naik-turun.  Berkat temulawak, galau menyerbu, makan tetap laju.

Kalau ada Sari Temulawak Herbadrink cair dalam botol, bepergian akan semakin nyaman (Dokpri 4)

004 (2) smaller.jpg

Kebiasaan minum jamu terus terbawa hingga saya menjadi mahasiswa dan pekerja.  Namun, berdasarkan pengalaman pribadi, saat ini penjual jamu gendong tradisional tak sebanyak dulu, secara kuantitas dan juga kualitas.  Sekali saya mencoba jamu yang lebih terasa airnya daripada rasa sari jamunya alias terlalu encer, saya tak akan membelinya lagi. Kapok deh!

Selain itu, stok jamu temulawak tak selalu ada (ready stock) seperti halnya beras kencur dan kunyit asem ketika saya menanyakannya pada mbak jamu.  Kalau tak dipesan sebelumnya, untung-untungan saja bisa memperoleh temulawak di penjual jamu gendong.  Awalnya tak mengapa.  Tetapi, setelah aktif sebagai jurnalis warga dan blogger – di luar jam mengajar di kampus – keberadaan jamu temulawak harus kembali menjadi kewajiban sekaligus kebiasaan.

Ikan bakar dan sambal pasti tambah enak saat dikonsumsi bersama temulawak (Dokpri 5)

003 smaller.jpg

Begadang saat menyelesaikan pekerjaan tak lagi menyakiti hati karena temulawak menemani (Dokpri 6)

Jelas wajah saya langsung merah merona setelah melihat produk Sari Temulawak Herbadrink dan Sari Temulawak Herbadrink Sugar Free di salah satu rak hypermarket ketika sedang belanja bulanan. Tanpa ragu, dua varian itu langsung saya masukkan ke keranjang belanjaan.  Nah, inilah tiga manfaat yang saya rasakan dengan teratur mengonsumsi keduanya:

Tak lagi Galau karena Hati Meradang Setelah Begadang

          Semasa berstatus mahasiswa, begadang adalah hal yang biasa.  Maklum, masih berusia muda jadi kerja hati selalu prima. Setelah bekerja, saya (sesekali) masih begadang.  Bedanya, ribet juga ketika ada acara liputan blogger hingga larut malam, sedangkan esok paginya jam 7, saya harus mengajar.  Selain liputan, artikel reportase terkadang menyita waktu sampai dini hari.

108.jpgBagi pekerja shift malam, temulawak mampu memelihara kesehatan pencernaan (Dokpri 7)

Maka, bersama laptop dan segelas Sari Temulawak Herbadrink, begadang pun kini tak lagi menyakiti hati maupun emosi.  Ini karena temulawak terkenal untuk memelihara kesehatan hati (liver), apalagi untuk yang sering lembur di malam hari.  Hmm, efektifkah temulawak untuk mengobati (patah) hati? Curhat mode on hahahaha…

Sari Temulawak Membuat Makan Enak Tanpa Dihantui Frustasi

          Begadang biasanya diikuti dengan kompensasi ‘lapar mata’ karena badan (hayati) lelah tapi terus dipaksa terjaga.  Saya pun menyiasatinya dengan makan besar dahulu – menunya yang istimewa lezatnya, umumnya tinggi protein – minimal 2-4 jam sebelum mulai begadang.  Jadi, saat begadang, saya hanya mengonsumsi Sari Temulawak Herbadrink, cemilan, dan buah.

046 smaller.jpg

Makannya boleh tinggi lemak, tapi minumnya harus tetap temulawak (Dokpri 8)

          Dilemanya, menu hewani tinggi protein itu mayoritas juga tinggi lemaknya. Waduh, gawat nih! Saya tak mau ‘berinvestasi’ kadar kolesterol dalam darah sejak muda.  Untungnya temulawak juga mampu menurunkan kadar lemak darah, yes yes yes! Ketika makan banyak (dan enak) sebelum begadang, Sari Temulawak Herbadrink ikut pula dinikmati sepenuh hati.

Kulit Tubuh Berkilau dan Minim Galau dengan Jamu

          Saya kira, hanya otak yang stress dan galau karena pekerjaan serta pasangan, uhuy.  Ternyata kulit pun bisa stress sehingga mudah kering, kusam, dan keriput karena perubahan suhu ekstrim.  Padahal, tak jarang, setelah berada di kampus yang full AC, saya langsung meliput acara outdoor blogger yang terpapar langsung terik sinar matahari ataupun sebaliknya.

109 smaller.jpg

Di dalam Commuter Line, hawanya sejuk karena AC.  Namun, di luar? Panasnya luar biasa! (Dokpri 9)

          Eh, syukurlah temulawak juga mengandung bahan alami yaitu minyak esensial berupa minyak atsiri yang bermanfaat sebagai anti-aging untuk mencegah penuaan dini.  Mantap banget!  Maka selain air mineral, sachet Sari Temulawak Herbadrink juga rutin masuk ke dalam tas setiap kali saya bepergian.  Seandainya nanti ada Sari Temulawak Herbadrink cair dalam kemasan botol, mungkinkah akan semakin praktis dan ekonomis? *saran dari konsumen

Tak ada gading yang tak retak.  Begitu pula dengan Sari Temulawak Herbadrink hehehe… Kebiasaan minum jamu, termasuk temulawak harus pula dibarengi dengan banyak minum air putih sehingga kerja ginjal dalam menyaring cairan tubuh tak terlalu berat.  Untuk kepraktisan, saya lebih suka Sari Temulawak Herbadrink karena pas manisnya.

110 smaller.jpg

Saat menjemur baju di lantai dua, sebotol temulawak dingin mengurangi panas yang terasa (Dokpri 10)

Namun, untuk eksperimen rasa, saya memilih Sari Temulawak Herbadrink Sugar Free karena bisa ditambahkan dengan berbagai macam jenis madu.  Bagi saya, tiap kali galau menyerang, ada temulawak yang menghadang. Yuk, bersama bahagia dengan rutin meminum jamu herba asli racikan putra-putri Indonesia.  Be Herbalovers, Be Healthy, Be Happy.

banner-ok.jpg

Informasi terkait khasiat dahsyat temulawak dan herba lainnya dapat diakses di Herbapedia

Baca juga artikel seputar manfaat temulawak:

Intip Rahasia Cantik Alami dengan Temulawak

Muda, Sehat, dan Tetap Bugar dengan Temulawak

Lawan Hepatitis dengan Temulawak

Bersulang dengan Temulawak

*Gendhuk = panggilan bagi anak perempuan  Jawa

Herbadrink Blog Compeition: Life Style Story with Sari Temulawak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s