Smartcar, Teknologi Mobil Pintar Agar Hidup Semakin Lancar

tri

Bagi mayoritas keluarga muda, banyak kegiatan yang menghasilkan kenangan menyenangkan dan mengensankan dilakukan bersama mobil keluarga, termasuk berkemah di alam terbuka
(Sumber Ilustrasi 1)

Bagi seseorang yang lebih banyak menghabiskan kegiatannya di luar rumah, mobil itu layaknya rumah kedua.  Saya mendapati langsung, banyak kalangan usia produktif yang memulai sarapan pagi hingga makan malam mereka di mobil.  Sering pula, tidur pun terpaksa dilakukan di mobil, wah!

Menurut saya, fenomena itu lumayan serupa dengan pemakaian smartphone saat ini.  Mulai dari berkomunikasi dengan beragam aplikasi chatting, bertransaksi keuangan yaitu internet banking dan online shopping, bersosialisasi agar eksis di dunia maya via media sosial, bekerja yang mengandalkan internet dan mobilitas tinggi seperti blogging serta vlogging, browsing informasi terbaru yang kekinian, hingga urusan kencan untuk mencari jodoh, semuanya dapat diakses dengan smartphone.  Bedanya, alokasi dana seseorang untuk membeli mobil itu mayoritas belum selonggar (baca: sebanyak) dana pembelian smartphone.  Pengalaman pribadi hehehe…

Bagi pengguna telepon pintar (smartphone), keluar rumah tanpa membawa smartphone itu sudah seperti kehilangan separuh nyawa.  Selain dompet, telepon genggam jika sampai tertinggal di rumah, maka pemiliknya bisa kelimpungan.  Sekalipun sudah dalam mobil yang berjalan, mereka memilih pulang sebentar ke rumah untuk mengambilnya lagi.  Ketika dulu telepon genggam lebih berfungsi sebagai alat komunikasi, maka kini fungsinya (mulai) mirip oksigen yang setiap waktu harus ada bersama pemiliknya.

GetFile.aspx.jpg

Inilah KITT, mobil super canggih dan cerdas – dapat berbicara dan  menyetir sendiri – yang tenar melalui serial aksi “The Knight Rider” di layar TV pada tahun 80-an akhir (Sumber Ilustrasi 2)

Apalagi di era angkutan online yang telah menjamur 5 (lima) tahun belakangan.  Bagi yang belum memiliki mobil, hanya bermodalkan aplikasi smartphone, maka kenyamanan menaiki mobil sudah dapat dirasakan.  Sedangkan bagi pemilik mobil, mereka bisa merasakan 2 (dua) manfaat langsung yaitu sebagai penumpang sekaligus pengendara angkutan online.

Setelah merasakan menjadi penumpang mobil pribadi maupun angkutan online, saya jadi membayangkan, betapa aman dan nyamannya jika sebuah mobil memiliki sejumlah fasilitas teknologi tertentu.  Sama seperti halnya perkembangan nyata handphone menjadi smartphone, ditambah dengan kemajuan pesat internet dan komputer sejak tahun 2000, jelas sebagai pengguna mobil, saya mengharapkan hal yang sama bisa terjadi pada mobil di masa mendatang.

Meskipun begitu, saya memimpikan kelak mobil di masa depan, 20 hingga 30 tahun dari sekarang, sudah pesat kemajuan teknologinya seperti smartphone saat ini yang sebelumnya berawal dari telepon dan handphone. Setiap kali melihat deretan mobil di dealer showroom dan pameran mobil – selain melihat harga mobil tentunya – saya selalu mencermati inovasi terbaru yang ada dari jenis mobil yang baru diluncurkanSliding door (pintu geser), kabin yang lebih luas, dive-in seat (kursi penumpang yang bisa dilipat hingga sejajar lantai kabin), Voice Command, dan lainnya adalah sederet fitur modern otomotif yang pernah saya lihat di mobil.  Fungsinya, tentu saja untuk menambah kenyamanan dalam bermobil.

maxresdefault

Mobil futuristik di tahun 2011 yang menghiasi layar lebar di sinema yaitu “Roll-Royce Phantom Coupe” dari film komedi aksi ‘Johnny English The Reborn’ yang dapat menghancurkan tembok dengan sensor otomatis sekalipun tidak sedang dalam kondisi dikemudikan pengendaranya (Sumber Ilustrasi 3)

Tapi, sampai detik ini, saya belum pernah menemui langsung mobil keren secanggih “Si KITT” dalam serial lawas TV tahun 90-ann “The Knight Rider” atau mobil eksklusif setangguh Rolls-Royce Phantom Coupé” pada film Johnny English Reborn yang dibintangi komedian terkenal dari serial legendaris “Mr. Bean”, Rowan Atkinson.  Baik KITT maupun Roll-Royce Phantom termasuk mobil yang dapat menjadi kendaraan sekaligus teman karena dapat berbicara layaknya manusia.  Selain itu, kedua mobil tersebut juga dapat berfungsi sebagai asisten pribadi bagi pengendaranya.  Keren kan?

Nah, setelah hidup kini jauh (lebih) dipermudah dengan smartphone, maka saya pun memimpikan kehadiran mobil pintar (smartcar) yang mampu membuat kegiatan sehari-hari semakin lancar.  Ketika kemajuan dahsyat teknologi di era internet ini membuat akses informasi dan komunikasi semudah menjentikkan jari, sudah saatnya teknologi juga dapat menghasilkan mobil masa depan yang mendukung transportasi secepat mengedipkan mata.  Maka inilah 6 (enam) teknologi mobil pintar impian versi saya – gabungan huruf untuk kata “smart” –  yang semoga bisa segera menjadi nyata.

  1. “S” untuk Safety & Security (Keamanan Berkendara)

Satu waktu, saya dan teman sekantor terburu-buru untuk menghadiri rapat penting di lokasi kantor lainnya.  Kami berlari secepat kilat menuju mobilnya yang diparkir di basement.  Tanpa macet saja, perjalanan menempuh waktu 60 menit.  Ditambah macet, sudah dipastikan kami pasti telat datang rapat.

Audi-Summit-2017-myAudi-app.jpg

Salah satu teknologi mobil pintar yang saya idamkan di masa depan yaitu yaitu fitur penguncian mobil tanpa kunci fisik/keyless car locking yang serupa dengan cara penguncian pada smartphone yaitu bisa berupa sidik jari/fingerprint, passwords, voice command, dan sejenisnya (Sumber Ilustrasi 4)

Siapa sangka, sesampainya di depan pintu mobil, teman saya kebingungan.  Dia membalik tasnya dan mengeluarkan semua isinya untuk mencari kunci mobil.  Apa yang terjadi? Jeng..jeng..jeng! Kunci mobilnya ternyata tertinggal di laci mejanya yang terletak di lantai 12 kantor, gubrak!

Bukan sekali itu saya mendapati pemilik mobil yang lupa letak kunci mobilnya.  Saya pribadi belum pernah mengalaminya karena jujur saya (jauh) lebih sering berperan sebagai penumpang daripada pengendara mobil.  Maklum, baru berani mengendarai kendaraan di dalam komplek rumah hahaha…

Saat melihat smartphone yang bisa dikunci maupun di-unlock tanpa kunci fisik karena cukup dengan menyentuh layarnya, saya pun mengidamkan kelak smartcar itu dapat berwujud keyless lock.  Cukup mengetikkan password atau sidik jari (fingerprint) ataupun identifikasi suara maupun irisan warna mata di pintu mobil, maka smartcar dapat terbuka dan terkunci serta aman dari gangguan pencuri.

kitt-main.jpg

Urusan mengetik pekerjaaan dan transfer data sepanjang perjalanan dengan mobil bisa jadi jauh lebih efisien dan efektif saat tersedia laptop tanam/built-in laptop di dalam mobil tanpa harus repot memangku laptop (Sumber Ilustrasi 5)

  1. “M” untuk Teknologi Asisten Multimedia (Mobile Personal Assistant)

Bagi pemilik mobil yang tidak memiliki supir pribadi, paling mentok di mobil hanya bisa untuk mendengarkan musik di radio dan file audiobooks serta menonton TV atau film sambil menyetir.  Jika pengendara hendak mengetik di laptop, tablet, dan smartphone, mereka pastinya harus menepi dan berhenti dulu.  Kalau begini, pasti banyak yang pengen punya sopir pribadi, hayoo mengaku saja hehehe…

Apalagi orang-orang yang sangat mengandalkan keberadaan laptop untuk kegiatan profesional mereka seperti halnya blogger dan vlogger, waktu macet (parah) di jalan itu sangat menguntungkan jika dimanfaatkan untuk mengetik.  Tapi, baik disupiri maupun menyetir sendiri, mengetik di dalam mobil itu bukanlah hal yang terlalu nyaman, terutama saat harus memangku laptop di jalanan yang berlubang.

Berdasarkan pengalaman itulah, saya membayangkan pasti lebih praktis jika smartcar memiliki monitor dan papan ketik tanam (built-in typing board) layaknya laptop.  Saat hendak mengetik di dalam mobil, data atau file dokumen cukup ditransfer melalui flash disk dari laptop ke smartcar.

2019-Audi-A8-L-rear-lounge-seats-04

Meskipun sedang sibuk membaca berita terbaru selama berada dalam mobil saat macet, tak perlu khawatir tidak sampai tujuan karena mobil pintar masa depan dapat otomatis menavigasi rute terdekat dan tersingkat yang dapat ditempuh
(Sumber Ilustrasi 6)

Tapi, pasti ada yang berkomentar, “Wah, itu sih cocoknya untuk yang punya supir pribadi.  Mereka bisa mengetik sepuas dan sebebasnya dalam mobil.  Terus, kalau menyetir sendiri, jelas bahaya tuh kalau mengetik sekaligus mengendarai mobil!” Nah, solusinya ada di teknologi smartcar poin 3 berikut ini ya.

  1. “A” untuk Automation (Self-driving Smartcar)

Setiap kali melihat mobil canggih Si KITT di Knight Rider dan Roll-Royce milik Johnny English dapat berjalan sendiri sekalipun tanpa kendali supir di belakang setirnya, saya selalu membayangkan betapa efisien dan efektifnya jika semua mobil di dunia nyata bisa seperti mereka.  Khususnya bagi ibu yang bertugas mengantar-jemput sang buah hati dari dan ke sekolah mereka, jika mobil bisa menyetir sendiri, maka sepanjang perjalanan, sang ibu dapat menyuapi makan dan membantu menyelesaikan PR anak.

Lalu, bagi wanita karir dan ibu bekerja, dengan self-driving car maka hiruk-pikuk kesibukan di pagi hari dapat dipindahkan (sebagian) ke mobil.  Berdandan (make-up) dan sarapan bisa dilakukan sepanjang jalan tanpa repot menyetir sendiri.  Sampai kantor, perut kenyang dan wajah kinclong, mantap!

knightrider.jpg

Jika teknologi kecerdasan buatan yang disebut dengan “Artificial Intelligence” sudah diterapkan pada mobil pintar, maka di masa depan, perjalanan jauh tidak akan terasa menyusahkan sebab mobil dapat berjalan sendiri sekalipun tanpa dikemudikan pengendaranya seperti tampak pada gambar di atas saat sang jagoan dalam serial Knight Rider, Michael Knight, akan melompat dari KITT yang sedang berjalan otomatis
(Sumber Ilustrasi 7)

Automation ini juga tidak sebatas mobil yang mampu menyetir sendiri tanpa kemudi manusia.  Namun, self-driving smartcar ini juga dapat mirip dengan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang sedang dikembangkan di Amerika Serikat.  Jadi, mobil sudah serupa robot.

Jadi, saat jalan yang hendak dituju terdeteksi mengalami kemacetan, smartcar otomatis menavigasi rute alternatif tersingkat dan tercepat.  Begitu pula saat bahan bakar mobil hampir habis atau saatnya jadwal servis rutin dilakukan, maka mobil dapat mengingatkan pengemudinya serta menunjukkan lokasi pengisian bahan bakar maupun bengkel terdekat.  Mobil seperti ini akan membuat hidup lebih lancar jaya.

  1. R” untuk Relaxation (Fasilitas Relaksasi dalam Mobil)

Duduk berjam-jam dalam mobil jelas melelahkan.  Masih ingat kan pengalaman tiap kali pulang mudik, entah sebagai penumpang apalagi pengendara.  Pinggang pegal, kaki kesemutan, kepala pusing, leher kaku, dan masih banyak lagi keluhan yang dirasakan setelah lama menaiki mobil.

2019-Audi-A8-L-rear-lounge-seats-01.jpg

Perjalanan jauh dan melelahkan, seperti halnya yang terjadi setiap mudik Lebaran, akan terasa lebih nyaman dan menyenangkan ketika tersedia fitur teknologi pijat relaksasi pada kursi mobil, mantap!
(Sumber Ilustrasi 8)

Ketika melihat kursi pijat untuk refleksi otomatis yang populer kini, saya lantas membayangkan kenyamanan yang sama ketika menaiki mobil.  So, kursi mobil tak hanya berfungsi sebagai tempat duduk, namun kursi mobil juga dilengkapi alat pemijat untuk merilekskan badan dan pikiran.

Selain pinggang dan punggung yang menjadi tidak kaku lagi, terlalu lama duduk juga dapat membuat kesehatan seseorang terganggu.  Tak heran, kini ada istilah “sitting is the new smoking.”

Yup! Terlebih saat jalan macet total dan perut lapar saat di mobil, mau tak mau, urusan ngemil pasti tak tertahankan.  Kalau cemilannya sehat dan kaya serat seperti buah-buahan sih okay.  Tapi, kalau tidak? Nah, saya memimpikan jika sabuk pengaman (safety belt) di mobil bisa untuk mendeteksi kondisi kesehatan penggunanya saat dipasang (mirip smartwach yang bisa memonitor denyut jantung pemakainya saat dipakai berolahraga).  Smart safety belt berpotensi membuat penggunanya tambah sehat.

mark-albers-ev-driver-2_0.jpg

Mobil listrik yang dapat diisi ulang tenaganya dengan sinar matahari menjadi teknologi mobil impian masa depan yang sangat saya idamkan keberadaannya di pasar otomatif Indonesia secepatnya karena hemat energi dan biaya serta ramah lingkungan
(Sumber Ilustrasi 9)

  1. “T” untuk Thrifty (Mobil Hemat Energi dan Go Green)

Salah satu pertimbangan seseorang dalam membeli mobil adalah hemat bahan bakar alias irit bensin.  Maklum saja, harga bahan bakar terus melonjak, namun persediaannya di bumi semakin menipis, terutama untuk bensin.  Sedangkan mayoritas mobil yang ada saat ini saat mengandalkan bensin.

Oleh karena itu, saya sangat mendukung teknologi mobil listrik dan tenaga surya (Electric Cars & Solar Power) yang belakangan ini banyak digunakan di sejumlah negara maju, khususnya Amerika Serikat.  Padahal, penghasilan penduduk AS jauh lebih tinggi dan negara mereka bukan negara tropis layaknya Indonesia.  Logikanya, mobil listrik yang dapat diisi ulang dengan tenaga surya tersebut sangat cocok dengan kondisi geografis Indonesia yang matahari bersinar hampir sepanjang tahun dan sesuai dengan pendapatan per kapita rakyat Indonesia yang masih termasuk kategori negara berkembang.

db8f2d48c7-knight-rider-replica--kitt-.jpg

Kabin lapang dan fitur komplit multimedia pada mobil pintar membuat aktivitas keseharian semakin lancar jaya dan memudahkan pengendaranya dalam melewati padatnya kesibukan serta kemacetan
(Sumber Ilustrasi 10)

Saat smartphone dan laptop sejak lama dapat diisi ulang dengan listrik, maka sudah saatnya pula mobil masa depan bisa (lebih) memanfaatkan listrik dan tenaga surya sebagai bahan penggeraknya.  Jelas hemat energi dan biaya, hemat waktu pula karena tak perlu mengantri lama di pom bensin.

Mobil listrik dengan energi tenaga surya juga sangat sesuai untuk mengurangi parahnya tingkat polusi karena knalpot kendaraan bermotor.  Saya pernah membaca, beberapa dampak negatif asap kendaraan yaitu menghambat saluran pernafasan, mengurangi kekenyalan kulit, memperlambat kerja saraf otak, dan masih banyak lagi, hiiy! Semoga mobil listrik bisa semakin banyak beredar di Indonesia.

9860372675517967084.jpg

Ratusan tahun lalu, mobil pertama kali diciptakan manusia untuk membuat jarak tempuh perjalanan semakin jauh namun dalam waktu lebih cepat daripada dengan tenaga hewan seperti kuda.  Harapan itu tentu saja kini telah menjadi kenyataan yang melampaui impian yang pernah dibayangkan.  Meskipun begitu, masih banyak peningkatan di bidang teknologi otomatif yang dapat dilaksanakan agar 100 tahun ke depan, smartcar juga dapat membuat kegiatan dalam kehidupan keseharian masyarakat semakin lancar.

GIIAS-2017_Instagram_1080x1080px.jpg

Sedang mencari mobil dengan teknologi idaman untuk tahun depan? Pameran mobil tahunan terbesar di Indonesia, GIIAS 2017 kembali digelar dengan tema penyelenggaraan ke-25 tahun ini yaitu “Rise of The Future Mobility” yang berarti smartcar is coming soon, yes, yes, yes!
(Sumber Ilustrasi 10)

Nah, bagi Anda pecinta otomotif, silakan kunjungi pameran mobil tahunan terbesar di Indonesia yaitu GIIAS 2017 ke-25 yang akan berlangsung pada Kamis hingga Minggu, 10 sampai 20 Agustus 2017 mendatang, di ICE BSD Tangerang.  Beragam mobil canggih dan futuristik kembali ditampilkan di sana.  Siapa tahu, mobil pintar dengan teknologi masa depan yang Anda impikan juga turut dipamerkan.  Salam otomotif.

005

Advertisements
This entry was published on August 7, 2017 at 5:12 am. It’s filed under Automotive, Blog Competition, Gaya Hidup, Life Style, Otomotif, Street Smart, Technology, Tips and Tricks and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: