Dengan Teknologi, Merdeka Memilih Profesi Sesuai Hati

041 smaller

Kemajuan teknologi membuat rakyat Indonesia lebih merdeka memilih jenis profesi sesuai panggilan hati seperti halnya petugas pengibar bendera di Pangalengan – Bandung ini (Dokpri)

Tahun 2017 ini, Indonesia telah merdeka selama 72 tahun.  Banyak kemajuan yang telah dirasakan rakyat Indonesia, tak terkecuali di bidang ekonomi.  Salah satu contoh nyatanya adalah semakin beragamnya profesi.  Kini, bekerja tak lagi identik dengan berada di kantor setiap hari.

Bagi generasi kakek-nenek dan bapak-ibu kita, pilihan profesi itu (umumnya) lebih karena ketersediaan lowongan dan kebiasaan lingkungan.  Sebut saja profesi sebagai guru, dokter, insinyur, tentara, dan PNS.  Profesi tersebut dianggap menjanjikan kestabilan penghasilan.

Tak heran, di era saat teknologi belum berkembang seperti sekarang, bekerja itu berarti harus pergi pagi ke dan pulang sore setiap hari dari tempat bekerja.  Kalau harus lembur, itu artinya waktu kerja di kantor semakin lama dan kebersamaan dengan keluarga jadi sebentar saja.

054 smaller.jpg

Dulu profesi pengusaha dan pedagang identik dengan toko. Sekarang, teknologi membuat pengusaha online store tak harus memiliki bangunan fisik seperti halnya kios di Pasar Bogor ini (Dokpri)

Namun, setelah komputer dan internet menjamur setelah tahun 2000, bekerja tak lagi harus berada di gedung kantor.  Saya masih ingat betul, setelah memiliki komputer di rumah, Ayah tak harus masuk kerja di hari Sabtu untuk menyelesaikan laporan keuangan kantor.

Memang sih, beliau jadi harus membawa pulang setumpuk dokumen pekerjaan ke rumah setiap Jum’at sore.  Tapi, tak mengapa.  Yang penting, setiap Sabtu, Ayah bisa mengantar jemput keempat anaknya sekolah dan les.  Itu semua bisa terjadi dengan adanya komputer di rumah.

Mulai saat itulah, saya mencari tahu, profesi yang banyak terbantu dengan hadirnya teknologi dalam kehidupan sehari-hari.  Awalnya, sepengetahuan saya, profesi penulislah yang paling diuntungkan dengan komputer karena tak capek lagi mengetik dengan mesin tik.

080 brighten

Blogger dapat merdeka menekuni profesinya dari manapun dan kapanpun (Dokpri)

Setelah internet semakin mudah diakses, barulah saya mengerti, internet ternyata membuka banyak jenis pekerjaan yang 20 – 30 tahun lalu belum ada.  Profesi yang berhubungan dengan komputer tidak lagi sebatas teknisi (hardware), namun juga programmer (software).

Ketika masih SMU dulu, saya mengetahui ada beberapa senior SMU yang jago mengoprek komputer dan internet, terutama jago desain grafis dan membuat website.  Mereka bisa membiayai kuliah mereka sendiri dengan menjual jasa keahlian mereka di sela-sela waktu kuliah.

Uniknya, tidak semua senior SMU yang hobinya mengulik komputer itu berkuliah di jurusan teknik komputer.  Mayoritas malah mengambil jurusan selain ilmu komputer.  Alasannya, orang tua mereka (masih) menganggap komputer dan internet itu belum menjanjikan secara keuangan.

089 smaller.jpg

Liputan blogger tentang kegiatan bakti sosial menyambut peringatan 17 Agustus dapat langsung diviralkan melalui media sosial dalam hitungan menit
(Dokpri)

Keadaan berubah total dengan meledaknya era media sosial setelah Mark Zuckerberg meluncurkan Facebook.  Kombinasi komputer, internet, dan media sosial terbukti mampu menghasilkan pundi-pundi penghasilan (besar-besaran) yang sebelumnya tak terbayangkan.

Perlahan tapi pasti, saya mendapati di sekeliling saya, banyak orang berprofesi ganda maupun berganti haluan pekerjaan.  Teknologi, ditambah lagi dengan munculnya telepon pintar (smartphone) membuat profesi kini adalah pilihan hati, bukan lagi paksaan ekonomi.

Seorang senior saya, arsitek sekaligus jago website dan ayah berputri dua, memutuskan resign dari biro arsitek bergengsi di Jakarta agar memiliki waktu yang seimbang antara kerja dan keluarganya.  “Lebih nyaman dan menguntungkan kerja dari rumah,” ungkapnya.

IMG_4599 cropped and smaller.jpg

Teknologi membuat traveling bukan hanya liburan namun sekaligus pekerjaan yang menjanjikan penghasilan sekaligus kemerdekaan dari aturan jam kantor perusahaan
(Dokpri)

Ketika masih bekerja kantoran di Jakarta, total 6 – 7 jam dihabiskannya hanya untuk pulang pergi Bogor-Jakarta setiap harinya.  Sedangkan sebagai arsitek dan web programmer, dia bisa menyelesaikan keduanya di rumah sambil mengantar jemput sekolah kedua putrinya.

Lalu, bagaimana soal penghasilan? Bukankah tanpa gaji tetap bulanan itu tidak akan menguntungkan jika sedang tidak ada order merancang rumah maupun website? Senior saya itu menyiasatinya dengan bekerja sebagai tutor bahasa asing paruh waktu di satu lembaga bahasa.

Siapa sangka, keahliannya membuat website itu ternyata sangat terpakai di lembaga bahasa tersebut.  Dirinya mendapat banyak klien, baik untuk mendesain website maupun rumah dari sesama tutor, siswa, serta orang tua siswa di sana. Luar biasa mantap kan?

068 smaller.jpg

Ahli dan pakar seni  kini dapat lebih merdeka dalam mengekspresikan hasil karya mereka di dunia nyata maupun dunia maya dengan kemajuan teknologi (Dokpri)

Yup, sekali dayung, dua-tiga pulau terlampaui.  Cerdas sekali! Sebagai seorang akademisi plus blogger, saya termasuk yang merasakan langsung manfaat positif kemajuan teknologi dan internet di Indonesia.  Di luar jam kampus, saya bisa mengoptimalkan waktu dengan blogging.

Bisa dibilang, profesi sebagai blogger ataupun jurnalis warga ini merupakan profesi idaman saya sejak lama.  Hobi membaca dan menulis sejak kecil sempat membuat saya terbersit untuk menjadi penulis atau wartawan.  Namun, orang tua saya tidak setuju dengan pilihan saya itu.

Sebagai jalan tengah antara harapan orang tua dan keinginan saya, maka kuliah sesuai jurusan IPA pun saya lakoni.  Syukur Alhamdulillah, saya bisa lulus kuliah tepat waktu.  Meskipun begitu, setelah bekerja, saya masih memiliki keinginan terpendam sebagai penulis.

K J5 Trip Cirebon Danamon (169) smaller.jpg

Obyek wisata yaitu Gua Sunyaragi di Cirebon ini keindahan nilai sejarahnya dapat disebarluaskan ke seluruh dunia dengan artikel informatif dari para blogger traveler yang dapat bekerja dari mana saja dan kapan saja
(Dokpri)

Pucuk dicinta, ulam pun tiba.  Seorang senior di kampus menginfokan tentang profesi blogger yang bisa dikerjakan di mana dan kapan saja.  “Cocok tuh buat yang hobi menulis,” infonya.  “Eh, jadi bisa jago internet juga lho,” tambahnya lagi dengan semangat berapi-api.

Mulailah perjuangan saya untuk lebih mengakrabkan diri (kembali) dengan teknologi, terutama internet.  Maklumlah, sebelum aktif sebagai blogger, urusan saya dengan internet itu sebatas mengetik dan mengirimkan email plus bermedia sosial.  Ya, sebatas itu saja hehehe…

Mulai dari belajar menaklukkan cara membuat artikel pertama dari suatu blog di platform blog milik bersama, mengunggah artikel blog, mengunduh foto dan video, hingga memiliki blog pribadi saya lewati.  Mulanya memang deg-degan.  Eh, lama-lama jadi tambah ketagihan! Hahaa..

Sebagai blogger, saya masih lebih banyak bergelut dengan isi dan pemasaran tulisan online (content & digital marketing).  Ke depannya, saya ingin dapat juga membuat website dari nol. Kursus dari Dumet School bisa menjadi pilihan terbaik dengan waktu belajarnya yang fleksibel.

Pastinya, teknologi memang berhasil berulang kali memerdekakan saya untuk melakukan banyak hal produktif sesuai pilihan hati.  Tak perlu lagi saya memaksakan diri untuk melakukan suatu pekerjaan yang tak sesuai harapan dan keinginan, sekalipun bayarannya menggiurkan.

Seperti halnya Indonesia yang telah 72 tahun merdeka dan senantiasa berjuang untuk meyejahterakan seluruh rakyatnya, perjuangan saya sebagai blogger dalam mengoptimalkan dampak positif teknologi internet bagi sesama dan lingkungan sekitar – berupa informasi terpercaya dan bermanfaat – pun Insya Allah akan terus berlangsung sepanjang hayat masih di kandung badan.  Salam merdeka! Jayalah Indonesia Raya.

Advertisements
This entry was published on August 25, 2017 at 9:33 am. It’s filed under Blog Competition, Economics, Edukasi, Pendidikan, Technology, Wisata and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: