Twitter dan Staf Koruptor yang Sok Bener

Yuk, mari bersama semuanya bijak bermedia sosial dengan berbagi info yang mencerahkan, bukan menyesatkan (Sumber Ilustrasi : dailygenius.com)

Sabtu dini hari, 17 September 2016, KPK menangkap Ketua DPD-RI, Irman Gusman dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait kasus impor gula. Sabtu malamnya, Irman resmi menjadi tersangka kasus suap dengan memakai rompi oranye KPK. Berita lengkapnya bisa dicek langsung di Detik.com, Kompas.com, maupun Tempo.com ya.

Sebagai blogger dan pengguna Twitter, sosok Irman tidak asing buat saya. Setahun lalu, saat Ramadan tahun 2015, para blogger diundang menghadiri acara beliau yang bertema “Saatnya DPD-RI Didengar.” Kesan saya, beliau cukup sopan dan tertata kalimatnya.

Namun – eh, ini murni pendapat pribadi saya lho yaa – kesan (lumayan) arogan terpancar dari ekspresi bahasa tubuhnya. Entah itu memang karakter aslinya atau lebih karena harus ‘jaim’ alias jaga image sebagai pejabat negara. 😮

Nah, yang buat saya gemas sekaligus prihatin dengan kasus penangkapan Irman oleh KPK kemarin adalah adanya cuitan (staf) beliau atas nama akun Twitter bosnya yang beredar pada Sabtu sore lalu. Bisa ditebak kan ya isi tweetnya? Apalagi kalau bukan pembelaan dengan dalih sang senator difitnah, dijebak,dan segala macam penyangkalan lainnya. Duh! 😐

Bukannya mendapat simpati, cuitan staf Irman di Twitter itu malah mendapat caci-maki. Malah banyak netizen yang mengungkit kasus mantan Ketua MK, Akil Muhtar, yang di awal penangkapannya oleh KPK dulu juga berkelit dengan alasan serupa.

Harap selalu diingat, KPK tidak akan main asal tangkap pejabat negara jika memang tidak ada BUKTI KUAT sebelumnya. Bisa dituntut balik lho KPK dengan pasal pencemaran nama baik jika pejabat yang ditangkap ternyata tidak terbukti bersalah. ⚠

Jadi, pembelaan (tanpa kebenaran) yang dilakukan staf Irman malah semakin mencoreng nama pria kelahiran tahun 1962 tersebut. Siapapun yang ditangkap KPK, orang tersebut TIDAK diizinkan membawa telepon genggam maupun alat komunikasi lainnya selama pemeriksaan. Lha iya, kok malah bisa membela diri via media sosial yaitu Twitter? #TepokJidat 😥

Bagi siapapun staf Irman yang sudah membela SEKALIGUS telah menghapus cuitannya di Twitter – petinggi KPK menegur keras isi tweet yang dianggap memutarbalikkan fakta tersebut – please deh ah…. Masakan Mbak ataupun Mas lupa, netizen itu kritisnya luar biasa lho! 😂😬

Wajar sih, waktu bos ditangkap, panik dan bingung itu pasti langsung dirasakan para staf, tak terkecuali staf Irman. Mungkin stafnya berpikir, “Nasib (kerjaan) saya gimana nih nantinya?”

Namun, ini kan urusan hukum yang jauuuuh lebih tepat ditangani oleh pengacara Irman jika hendak menyampaikan pernyataan apalagi pembelaan. Sebaiknya para staf Irman tetap berkonsentrasi terhadap tugas yang sedang dijalaninya saat ini sambil terus berkoordinasi dengan pimpinan DPD lainnya *serahkan pada ahlinya 👮

Syukurlah, para pimpinan KPK baru sebatas mengecam keras isi tweet pembelaan yang ditulis staf Irman. Bagusnya lagi, cuitan pembelaan itu juga sudah dihapus. Kalau tidak, bisa ada kasus baru nantinya antara KPK vs staf Irman yang menyangkut penyebaran berita palsu dan menyesatkan opini publik. Tadinya murni kasus pidana korupsi, eh merambat ke kasus ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik). Wah, wah, wah! *cukuplah kasus kopi sianida Jessica yang bisa ditulis jadi kisah bersambung sampai ceritanya buat bingung dan enggak nyambung 😅😆

Semoga cukup staf Irman saja yang pernah melakukan blunder pembelaan lewat Twitter ataupun media sosial lainnya. Proses peradilan di pengadilan yang nantinya akan menguak kebenaran. Salam bijak bermedia sosial 👍📲🆗

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s